Naik Gunung Mana Lagi ???
Assalamualaikum temen-temen
Apa kabar saudaraku sekalian,,semoga senantiasa selamat dan sehat selalu..amieen...
Akhirnya selesai juga setelah berjam- jam menunggukamu ide muncul, nulis, ilang lagi, muncul lagi dst...
Lari dari hiruk pikuknya tugas yang melanda akhir-akhir ini, mau nih nge-review beberapa pertanyaan yang timbul dan yang pernah aku alami.
Kalau membaca judul di atas,,itu adalah sebuah pertanyaan yang sering banget di tanyakan oleh temen-temen aku yang mengetahui agenda liburan telah tiba ya “naik gunung mana lagi? / kenapa naik gunung?”
bingung juga sih jawabnya,,sama aja kalau kalian ditanya "kenapa lu suka jalan-jalan?"
karena ada banyak hal yang tidak dapat aku ungkap satu persatu mengenai alasanku kenapa aku suka mendaki atau naik gunung..its too complicated,hehe..
nah, kenapa harus naik gunung? apa coba enaknya naik gunung?
yang gak suka naik gunung pasti terheran-heran dan bertanya-tanya, kenapa ada manusia yang rela capek-capek bawa tas segede karung beras terus jalan kaki berkilo-kilo meter, udah jalannya jauh nanjak pula?
Kenapa ada manusia yang rela ngabisin malam tidur di dalam tenda dengan suhu sedingin kulkas (atau bahkan rela hanya beralas matras dan beratap langit)? atau bersusah payah jalan merangkak lewat jalan setapak yang sempit dan berbatu? atau mengambil resiko tersesat di gelapnya hutan?
kenapa gak mending ngejugruk di rumah aja? tidur enak, makan minum enak, ngapa-ngapain aja juga enak.. kenapa harus dipersulit? kenapa harus naik gunung?
iya juga sih, emang kalau dilihat dari sudut pandang seperti itu, naik gunung sama sekali tidak menyenangkan.. apa coba asyiknya jalan kaki sejauh belasan hingga puluhan kilo? apa senengnya tersesat di hutan? Hujan kehujanan, panas kepanasan, mau makan aja harus susah payah masak dulu, apa enaknya? Ketemu sama yang tidak mau diketemui sebelumnya hehehe. Di gunung juga gak ada listrik, gak ada sinyal, gak bisa internetan, gak bisa chatting, gak ada mall, gak ada kamar mandi.. bahkan banyak gunung yang gak ada sumber airnya..
trus kenapa masih ada manusia yang suka naik gunung?
jelas sekali, kalau pertanyaan itu diulang lagi jawaban setiap orang pasti berbeda-beda sob..
tapi buat aku dan mungkin juga bagi umumnya orang,, salah satu yang menjadi alasan kenapa harus naik gunung adalah karena disana kalian akan menemukan sebuah tantangan dan unsur petualangan yang harus dihadapi yang jelas gak bakal kalian temuin kalau cuma ngejugruk di rumah aja sob..
hal lain yang bikin aku suka banget naik gunung adalah disana(red: puncak gunung) kalian akan menjumpai yang namanya keindahan, kedamaian, dan ketenangan,,baik suasana yang dirasakan secara fisik maupun suasana hati pun yang ikut merasakan keindahan dan kedamaian tersebut.
tapi apapun alasannya (minumnya Teh Botol Sosor,hehe), sebenarnya banyak sekali lho manfaat yang didapat kalau kita naik gunung..
di gunung kita akan mengerti bahwa dalam hidup ini ada yang lebih penting dari harta semata, kita akan belajar tentang kebersamaan, kita akan belajar bahwa diperlukan sebuah perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga. ketika tersesat kita akan belajar bagaimana berfikir dan bersikap cepat, tanggap, dan tepat.. dan saat itu kita dituntut untuk selalu tenang dalam menghadapi apa yang ada di depan kita, kita akan belajar tentang mengambil resiko, tentang tanggung jawab, tentang keberanian..
kita akan menguji diri kita sendiri, melewati batas - batas yang mengurung diri kita, dll..
selain itu pula, dengan kita menyaksikan keindahan alam yang ada di negeri ini, akan menumbuhkan rasa syukur yang luar bisa terhadap Sang Maha Pencipta yaitu ALLAH S.W.T betapa luar bisanya Dia menganugerahkan kekayaan alam yang terbentang begitu indah yang tersimpan ribuan meter diatas permukaan laut..serta akan memunculkan pula suatu perasaan cinta yang kuat pada tanah air..rasa nasionalisme. dan kita pun akan menjadi lebih bangga menjadi "orang Indonesia"
Soe Hok Gie pernah berkata "kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami, kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. seseorang hanya bisa mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. karena itulah kami naik gunung"
dan jika masih ada yang bertanya kenapa suka naik gunung? aku kira tidak ada satupun dari kita termasuk diriku sendiri yang bisa mengerti jawabnya (kalau mau dijabarin satu-satu bisa habis lima lembar folio,hehe). Karena kebahagiaan tempatnya dihati.
yang jelas tidak ada jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan seperti itu, di gunung hanya ada sesuatu untuk dirasakan namun sulit di jelaskan...mungkin setiap orang mempunyai jawaban tersendiri untuk olahraga yang satu ini. Untuk harus naik gunung untuk bisa mengerti jawabannya..^_^
Tetep ya jangan lupa beribadah kepada Tuhan dimanapun tak terkecuali di gunung sob... soalnya ada kenikmatan tersendiri menyatu dengan alam..
Wassalamulaikum
Makassar, 3 Desember 2018
Assalamualaikum temen-temen
Apa kabar saudaraku sekalian,,semoga senantiasa selamat dan sehat selalu..amieen...
Akhirnya selesai juga setelah berjam- jam menunggu
Lari dari hiruk pikuknya tugas yang melanda akhir-akhir ini, mau nih nge-review beberapa pertanyaan yang timbul dan yang pernah aku alami.
Kalau membaca judul di atas,,itu adalah sebuah pertanyaan yang sering banget di tanyakan oleh temen-temen aku yang mengetahui agenda liburan telah tiba ya “naik gunung mana lagi? / kenapa naik gunung?”
bingung juga sih jawabnya,,sama aja kalau kalian ditanya "kenapa lu suka jalan-jalan?"
karena ada banyak hal yang tidak dapat aku ungkap satu persatu mengenai alasanku kenapa aku suka mendaki atau naik gunung..its too complicated,hehe..
nah, kenapa harus naik gunung? apa coba enaknya naik gunung?
yang gak suka naik gunung pasti terheran-heran dan bertanya-tanya, kenapa ada manusia yang rela capek-capek bawa tas segede karung beras terus jalan kaki berkilo-kilo meter, udah jalannya jauh nanjak pula?
Kenapa ada manusia yang rela ngabisin malam tidur di dalam tenda dengan suhu sedingin kulkas (atau bahkan rela hanya beralas matras dan beratap langit)? atau bersusah payah jalan merangkak lewat jalan setapak yang sempit dan berbatu? atau mengambil resiko tersesat di gelapnya hutan?
kenapa gak mending ngejugruk di rumah aja? tidur enak, makan minum enak, ngapa-ngapain aja juga enak.. kenapa harus dipersulit? kenapa harus naik gunung?
iya juga sih, emang kalau dilihat dari sudut pandang seperti itu, naik gunung sama sekali tidak menyenangkan.. apa coba asyiknya jalan kaki sejauh belasan hingga puluhan kilo? apa senengnya tersesat di hutan? Hujan kehujanan, panas kepanasan, mau makan aja harus susah payah masak dulu, apa enaknya? Ketemu sama yang tidak mau diketemui sebelumnya hehehe. Di gunung juga gak ada listrik, gak ada sinyal, gak bisa internetan, gak bisa chatting, gak ada mall, gak ada kamar mandi.. bahkan banyak gunung yang gak ada sumber airnya..
trus kenapa masih ada manusia yang suka naik gunung?
jelas sekali, kalau pertanyaan itu diulang lagi jawaban setiap orang pasti berbeda-beda sob..
tapi buat aku dan mungkin juga bagi umumnya orang,, salah satu yang menjadi alasan kenapa harus naik gunung adalah karena disana kalian akan menemukan sebuah tantangan dan unsur petualangan yang harus dihadapi yang jelas gak bakal kalian temuin kalau cuma ngejugruk di rumah aja sob..
hal lain yang bikin aku suka banget naik gunung adalah disana(red: puncak gunung) kalian akan menjumpai yang namanya keindahan, kedamaian, dan ketenangan,,baik suasana yang dirasakan secara fisik maupun suasana hati pun yang ikut merasakan keindahan dan kedamaian tersebut.
tapi apapun alasannya (minumnya Teh Botol Sosor,hehe), sebenarnya banyak sekali lho manfaat yang didapat kalau kita naik gunung..
di gunung kita akan mengerti bahwa dalam hidup ini ada yang lebih penting dari harta semata, kita akan belajar tentang kebersamaan, kita akan belajar bahwa diperlukan sebuah perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga. ketika tersesat kita akan belajar bagaimana berfikir dan bersikap cepat, tanggap, dan tepat.. dan saat itu kita dituntut untuk selalu tenang dalam menghadapi apa yang ada di depan kita, kita akan belajar tentang mengambil resiko, tentang tanggung jawab, tentang keberanian..
kita akan menguji diri kita sendiri, melewati batas - batas yang mengurung diri kita, dll..
selain itu pula, dengan kita menyaksikan keindahan alam yang ada di negeri ini, akan menumbuhkan rasa syukur yang luar bisa terhadap Sang Maha Pencipta yaitu ALLAH S.W.T betapa luar bisanya Dia menganugerahkan kekayaan alam yang terbentang begitu indah yang tersimpan ribuan meter diatas permukaan laut..serta akan memunculkan pula suatu perasaan cinta yang kuat pada tanah air..rasa nasionalisme. dan kita pun akan menjadi lebih bangga menjadi "orang Indonesia"
Soe Hok Gie pernah berkata "kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami, kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. seseorang hanya bisa mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. karena itulah kami naik gunung"
dan jika masih ada yang bertanya kenapa suka naik gunung? aku kira tidak ada satupun dari kita termasuk diriku sendiri yang bisa mengerti jawabnya (kalau mau dijabarin satu-satu bisa habis lima lembar folio,hehe). Karena kebahagiaan tempatnya dihati.
yang jelas tidak ada jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan seperti itu, di gunung hanya ada sesuatu untuk dirasakan namun sulit di jelaskan...mungkin setiap orang mempunyai jawaban tersendiri untuk olahraga yang satu ini. Untuk harus naik gunung untuk bisa mengerti jawabannya..^_^
Tetep ya jangan lupa beribadah kepada Tuhan dimanapun tak terkecuali di gunung sob... soalnya ada kenikmatan tersendiri menyatu dengan alam..
Wassalamulaikum
Makassar, 3 Desember 2018


